简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Kebuntuan Negosiasi AS–Iran Picu Gejolak Pasar, Saham Chip Tertekan Akibat Kejatuhan Sektor Memori
Ikhtisar:Tinjauan PasarPasar global kembali memasuki fase volatilitas ekstrem pada sesi sebelumnya. Kebuntuan dalam negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan tajam sentimen ris
Tinjauan Pasar
Pasar global kembali memasuki fase volatilitas ekstrem pada sesi sebelumnya. Kebuntuan dalam negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan tajam sentimen risk-off, mendorong harga minyak sempat melonjak lebih dari 4%. Dampaknya, pasar saham AS, obligasi, emas, dan Bitcoin mengalami tekanan serentak.
Indeks S&P 500 ditutup melemah 1,7%, sementara Nasdaq anjlok lebih dari 2% akibat tekanan berat pada saham semikonduktor yang turun sekitar 5%. Saham SanDisk jatuh tajam hingga 11%, memperpanjang tren penurunan sektor memori, sedangkan Meta terkoreksi lebih dari 8% setelah putusan hukum terkait kasus kecanduan media sosial.
Logam Mulia & Komoditas
Arus dana lindung nilai mengalami tekanan jual di tengah kondisi likuiditas yang semakin ketat. Harga emas spot sempat anjlok tajam ke sekitar USD 4.350, sementara perak juga mencatat pelemahan signifikan.
Namun, setelah penutupan pasar AS, Donald Trump mengumumkan penundaan selama 10 hari terhadap rencana serangan ke fasilitas energi Iran. Sentimen ini memicu koreksi tajam pada harga minyak, dengan WTI turun dari USD 94 hingga menembus level USD 90. Penurunan tekanan ini membantu emas memangkas kerugian dan rebound ke atas USD 4.415.
Kripto & Teknologi
Aset berisiko mengalami tekanan luas. Bitcoin turun lebih dari 4% dan kembali berada di bawah level USD 69.000, sementara Ethereum melemah hampir 6%.
Di sektor teknologi, selain tekanan hukum terhadap Meta, industri semikonduktor turut terdampak akibat runtuhnya valuasi sektor memori. Hal ini memperburuk sentimen pasar yang sudah dalam kondisi sangat rapuh.
Obligasi & Valuta Asing
Pasar obligasi kembali menghadapi tekanan setelah hasil lelang obligasi pemerintah AS tenor 7 tahun menunjukkan permintaan yang lemah. Kondisi ini mendorong lonjakan imbal hasil di seluruh tenor, dengan yield obligasi 2 tahun naik 10 basis poin.
Indeks dolar AS sempat menguat hingga 0,35% pada sesi awal, namun kemudian berbalik melemah di akhir sesi New York seiring perubahan dinamika geopolitik.
Sorotan Utama (Hot Topics)Kredibilitas Pasar Kredit Swasta Dipertanyakan
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) baru-baru ini mempertanyakan apakah lembaga pemeringkat kredit Egan-Jones masih mampu “memberikan penilaian secara independen dan berintegritas.”
Pernyataan ini tidak sekadar evaluasi rutin, melainkan sinyal kekhawatiran regulator terhadap mekanisme inti pasar kredit swasta. Dengan semakin banyaknya pembatasan penarikan dana (redemption gate) dan meningkatnya keraguan terhadap valuasi aset, potensi konflik tanggung jawab antar pelaku pasar diperkirakan akan meningkat.
Jepang Pertimbangkan Short Minyak?
Di tengah tekanan terhadap yen, Jepang dilaporkan mempertimbangkan langkah ekstrem dengan memanfaatkan cadangan devisa sebesar USD 1,4 triliun untuk melakukan short pada kontrak berjangka minyak.
Tujuannya adalah memutus rantai transmisi: kenaikan harga minyak → peningkatan permintaan dolar → pelemahan yen. Namun, sumber internal menyebutkan belum ada konsensus di dalam pemerintah, dan efektivitas kebijakan ini diperkirakan hanya bersifat sementara.
Fokus Data (GMT+8)
22:00 WIB
Indeks Kepercayaan Konsumen Universitas Michigan AS (Final) – Maret
Ekspektasi Inflasi 1 Tahun AS (Final) – Maret
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
