简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Ekspektasi Pembukaan Selat Hormuz Dorong Reli Saham AS
Ikhtisar:Tinjauan PasarKemarin, harga minyak internasional mengalami koreksi dari level tinggi setelah muncul harapan bahwa gangguan transportasi di Selat Hormuz akan mereda serta adanya ekspektasi pelepasan c
Tinjauan Pasar
Kemarin, harga minyak internasional mengalami koreksi dari level tinggi setelah muncul harapan bahwa gangguan transportasi di Selat Hormuz akan mereda serta adanya ekspektasi pelepasan cadangan minyak secara bersama oleh beberapa negara. Perkembangan ini secara signifikan meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi yang tidak terkendali.
Sentimen tersebut mendorong tiga indeks utama Wall Street untuk kembali menguat, dengan Nasdaq mencatatkan performa paling menonjol. Raksasa teknologi Meta dan penyedia infrastruktur AI Nebius menandatangani kesepakatan besar senilai USD 27 miliar, yang tidak hanya mendorong kenaikan saham perusahaan terkait, tetapi juga kembali memicu optimisme pada sektor kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, NVIDIA turut menarik perhatian pasar setelah memproyeksikan bahwa chip Blackwell dan Rubin berpotensi menghasilkan pendapatan kumulatif setidaknya USD 1 triliun hingga tahun 2027.
Pergerakan antar kelas aset menunjukkan divergensi yang jelas:
■ Kripto dan Saham Teknologi
Aset berisiko melonjak signifikan. Bitcoin berhasil bertahan di atas level USD 74.000, naik lebih dari 3%. Ethereum (ETH) mencatat performa lebih kuat dengan lonjakan sekitar 10% dalam sehari, didorong oleh arus dana besar setelah BlackRock meluncurkan ETF Ethereum versi staking. Saham Meta naik 2,3%, sementara Nebius melonjak hingga 15% setelah pengumuman kerja sama strategis tersebut.
■ Energi dan Logam Mulia
Dengan meredanya ketegangan geopolitik, permintaan aset safe haven mulai berkurang. Minyak WTI sempat anjlok lebih dari 5% intraday, sementara Brent sempat turun di bawah level psikologis USD 100 per barel. Akibatnya, emas spot melemah sekitar 0,25%, sedangkan perak sempat mengalami pola rebound “V” tajam sebelum akhirnya ditutup relatif datar, mencerminkan sikap wait-and-see dari investor logam mulia seiring meredanya ekspektasi inflasi.
■ Pasar Obligasi dan Valuta Asing
Penurunan harga minyak turut menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dengan yield Treasury 10 tahun turun sekitar 5 basis poin. Permintaan terhadap dolar sebagai aset lindung nilai juga melemah, sehingga Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,5%, memberikan ruang bagi mata uang non-dolar untuk melakukan rebound.
Sorotan Pasar● Konferensi NVIDIA GTC
Dalam konferensi pengembang tahunan GTC, CEO NVIDIA Jensen Huang menyatakan bahwa arsitektur chip akselerator AI generasi baru Blackwell serta produk generasi berikutnya Rubin diperkirakan akan menghasilkan setidaknya USD 1 triliun pendapatan kumulatif hingga akhir 2027.
Proyeksi tersebut jauh melampaui estimasi yang ia sampaikan pada Oktober tahun lalu sebesar USD 500 miliar, sekaligus menegaskan bahwa gelombang investasi dalam infrastruktur AI global masih berada pada fase ekspansi yang cepat.
Setelah pengumuman tersebut, saham NVIDIA sempat melonjak tajam pada sesi perdagangan siang di Wall Street hari Senin, memperluas kenaikan hingga sekitar 4,8% intraday dan mencetak level tertinggi harian baru, sebelum akhirnya memangkas sebagian besar kenaikan dan ditutup naik kurang dari 2%.
● Waspadai Tekanan Jual dari Strategi CTA
Menurut estimasi Goldman Sachs, strategi Commodity Trading Advisor (CTA) berpotensi melepaskan tekanan jual tambahan di pasar saham global. Dalam satu minggu ke depan, potensi penjualan diperkirakan mencapai USD 69–70 miliar, sementara dalam satu bulan ke depan dapat mencapai USD 98–100 miliar.
Di antara pasar global, saham AS diperkirakan akan menghadapi dampak paling signifikan, karena sinyal tren telah berubah menjadi negatif. Investor juga perlu mencermati Triple Witching Day pada hari Jumat pekan ini, ketika opsi dengan nilai nominal delta sekitar USD 1,3 triliun akan jatuh tempo.
Goldman Sachs menyarankan strategi “portofolio stagflasi”, yaitu:
Long pada saham komoditas dan sektor defensif
Short pada saham konsumsi berkualitas rendah, semikonduktor, serta bank regional
Agenda Ekonomi Penting (GMT+8)
22:00
AS: Indeks Penjualan Rumah Tertunda (Pending Home Sales) Februari – MoM
AS: Indeks Leading Economic Indicators Conference Board Februari – MoM
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
