简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Yen dan Yuan Menguat Bersamaan: Dampak Arus Dana Panas?
Ikhtisar:Ikhtisar PasarData penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan mendorong kenaikan harga obligasi pemerintah AS secara signifikan, dengan penurunan imbal hasil yang semakin melebar. Imbal hasil
Ikhtisar Pasar
Data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan mendorong kenaikan harga obligasi pemerintah AS secara signifikan, dengan penurunan imbal hasil yang semakin melebar. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam hampir satu bulan. Indeks dolar AS melemah lebih lanjut di sesi intraday dan mencetak level terendah dalam lebih dari satu minggu.
Yen Jepang menguat lebih dari 1% selama dua hari berturut-turut dalam perdagangan intraday. Sementara itu, yuan offshore Tiongkok kembali mencetak level tertinggi hampir tiga tahun dan untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun menembus level 6,91 per dolar AS secara intraday. Di sisi lain, Bitcoin sempat turun menembus USD 68.000, terkoreksi hampir 4% dari level tertinggi hariannya.
Emas, perak, tembaga, dan minyak mentah menghentikan reli dua hari berturut-turut. Harga emas spot sempat turun lebih dari 1% dan jatuh di bawah USD 5.000 per ons, sementara perak berjangka sempat melemah lebih dari 3%. Namun, setelah rilis data penjualan ritel AS, logam mulia tersebut sempat mengalami rebound jangka pendek. Harga minyak mentah juga sempat turun lebih dari 1%.
Mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa putaran kedua pembicaraan dengan Iran diperkirakan akan berlangsung pekan depan, dengan menegaskan bahwa “Iran tidak akan memiliki senjata nuklir maupun rudal.” Ia juga memperingatkan bahwa jika negosiasi AS–Iran gagal, Amerika Serikat dapat kembali mengerahkan satu kelompok kapal induk ke kawasan Timur Tengah.
Sorotan Utama
● Pelonggaran Moneter Tiongkok Berlanjut
Dalam laporan pelaksanaan kebijakan moneter kuartal keempat, Bank Sentral Tiongkok (PBOC) menegaskan akan terus menerapkan kebijakan moneter yang bersifat longgar secara moderat serta menjalankan operasi pembelian dan penjualan obligasi pemerintah secara rutin.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa PBOC, di atas implementasi kebijakan moneter yang sudah ada, telah meluncurkan paket kebijakan moneter dan keuangan tambahan guna memperkuat penyesuaian kontra-siklus. Langkah ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi riil secara stabil dan menjaga kelancaran pasar keuangan. Ke depan, PBOC akan secara berkelanjutan memantau pergerakan imbal hasil jangka panjang dan menyesuaikan skala operasinya secara fleksibel.
● Penjualan Ritel AS Lemah, Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Meningkat
Penjualan ritel AS pada Desember secara mengejutkan stagnan secara bulanan, mencerminkan melemahnya konsumsi di akhir musim liburan. Kinerja tersebut lebih rendah dibandingkan kenaikan 0,6% pada November dan juga di bawah ekspektasi pasar sebesar 0,4%.
Momentum belanja selama musim liburan terlihat lemah dan tidak merata. Dari 13 kategori ritel, delapan di antaranya mengalami penurunan, dengan tekanan konsumsi paling nyata terjadi pada kelompok berpendapatan rendah. Meskipun rumah tangga berpendapatan tinggi masih mendapat dukungan dari kenaikan nilai aset, konsumsi secara keseluruhan tetap tertekan oleh tingginya harga dan faktor cuaca.
Fokus Perhatian Pasar (GMT+8)
21:30 – Data Ketenagakerjaan Nonfarm Payroll (NFP) AS bulan Januari
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
