Ikhtisar:Tingkat inflasi tahunan Indonesia melambat pada bulan Oktober, menurut data terbaru yang diterbitkan oleh Biro Statistik Indonesia pada hari Jumat.
Tingkat inflasi tahunan Indonesia melambat pada bulan Oktober, menurut data terbaru yang diterbitkan oleh Biro Statistik Indonesia pada hari Jumat.
Tingkat inflasi tahunan Oktober Indonesia turun menjadi 3,13% pada tahun tersebut, dibandingkan dengan ekspektasi 3,39% dan 3,52% pada bulan September tetapi tetap berada di antara kisaran target 2,5-4,5% Bank Indonesia (BI). Angka inti tahunan mencapai 3,20% vs 3,32% sebelumnya dan 3,29% diharapkan.
Sementara itu, pembacaan inflasi bulanan untuk Oktober keluar di +0,02% vs -0,15% diharapkan dan 0,12% terakhir.
Pasangan USD/IDR mempertahankan kisaran dekat puncak lima hari di 14.072 setelah rilis data, naik 0,24% pada hari ini. Rupiah Indonesia tidak terkesan oleh angka-angka inflasi Oktober Indonesia yang campur aduk.
Tentang IHK Indonesia
Indeks Inflasi yang dikeluarkan oleh Statistik Indonesia adalah ukuran pergerakan harga dengan membandingkan antara harga eceran keranjang belanja barang dan jasa yang representatif. Daya beli Rupiah Indonesia terseret oleh inflasi. IHK digunakan sebagai indikator utama untuk mengukur inflasi dan perubahan tren pembelian. Secara umum, pembacaan tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk Rupiah, sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau Bearish).